lenyap kembali walau sudah sisa. dan naas lagi hanya sirine saja yang kita dapat, selebihnya kenangisan untuk 5000 kiloliter. apa kita sudah merasa tidak miskin, lagi, atau malah empati kita yang terlalu tinggi dengan saudara kita yang sedang di datangi tamu tak diundang, rudal-rudal dan bom-bom fosfor zionis, yang membuat mereka panas tak kira. menjadikan kita pun ingin merasakan kepanasan yang sama, dengan membakar sisa tetesan, sumber ricuh ini. hitam dan jilatan jingga. membumbung setinggi angan kita.
Minggu, 18 Januari 2009
Reportase Plumpang
lenyap kembali walau sudah sisa. dan naas lagi hanya sirine saja yang kita dapat, selebihnya kenangisan untuk 5000 kiloliter. apa kita sudah merasa tidak miskin, lagi, atau malah empati kita yang terlalu tinggi dengan saudara kita yang sedang di datangi tamu tak diundang, rudal-rudal dan bom-bom fosfor zionis, yang membuat mereka panas tak kira. menjadikan kita pun ingin merasakan kepanasan yang sama, dengan membakar sisa tetesan, sumber ricuh ini. hitam dan jilatan jingga. membumbung setinggi angan kita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar